Kiat LDII Melahirkan Pemimpin Masa Depan

CIMG0971Sangat mudah membangun jembatan, jalan raya, pabrik, bahkan pesawat. Tapi bangsa ini kesulitan membangun karakter generasi penerus bangsa. Untuk membangun karakter generasi penerus, LDII fokus pada Tri Sukses Generasi Penerus.

Tri Sukses Generasi Penerus menekankan kepada setiap anak-anak warga LDII mulai dari usia dini hingga dewasa memiliki: akhlakul karimah, kepahaman agama yang kuat, dan mandiri. Ketiganya harus sejalan agar mewujudkan harapan generasi mendatang yang lebih baik. Serta dilatarbelakangi kewajiban melestarikan ilmu sehingga ada kelanjutan dan tidak sampai lost generation.

“Orang tua pun akan bangga dengan mempunyai anak yang sholih dan sholihah serta mandiri. Anak adalah tambang emas bagi orang tua” ujar Bashori salah satu penggagas Penggerak Pembina Generus (PPG), yang menjadi pembicara pada Focus Group Discussion, Sabtu (19/4) lalu.

Untuk mewujudkan Tri Sukses, LDII membuat program PPG yang melibatkan ulama, guru, orangtua, dan pengurus. Program dalam PPG berupaya mewujudkan generasi yang unggul, berkarakter, tak terpengaruh dengan budaya-budaya negatif dari efek globalisasi. PPG memiliki tugas membuat kurikulum untuk mewujudkan Tri Sukses Generasi Penerus.

Bashori menjelaskan generasi yang berakhlakul karimah, adalah generasi yang memiliki akhlak yang baik, “Tidak hanya kepada teman, namun juga kepada orang tua dan guru ataupun orang yang dituakan. Memiliki akhlak yang baik, akan mudah diterima oleh masyarakat,” ujar Bashori.

Yang kedua, generasi yang berilmu, tidak hanya generasi yang menguasai ilmu-ilmu dalam masyarakat namun juga mengaplikasikan ilmu yang ada dalam Alquran dan Alhadits. Generasi masa kini membutuhkan agama sebagai pegangan dan penyeimbang hidup agar moral dan perilaku terjaga, serta sadar akan kebutuhan untuk beribadah. Bukan menjadikan ibadah itu sebagai beban. Sehingga, ketika generasi muda mengalami masalah dapat diselesaikan dengan pikiran logis dan ‘kepala dingin’ bukan dengan kekerasan.

Kemudian uraian Tri Sukses yang ketiga adalah kemandirian. Dimana sejak kecil, pra remaja dan remaja sudah harus dibina melakukan segala sesuatunya secara mandiri. Dengan demikian, diharapkan pengetahuannya berkembang, psikomotorik dan afektifnya berjalan. Di masa depan, generasi muda tidak ragu lagi dan bisa sukses hidup mandiri tanpa bergantung dengan orang lain. Tentunya, kemandirian ini didukung dengan kegigihan dan kesabaran dari generasi itu sendiri sebab, mencapai suatu keberhasilan tidak serta merta langsung didapat.

“Penyusun kurikulum pendidikan dalam program PPG ini, mengikutsertakan pakar-pakar pendidik, pakar psikolog dan juga guru atau ulama-ulama pondok, serta pakar-pakar organisasi agar kurikulum ini bersinergi tidak hanya mengacu pada satu sisi. Semua bersinergi memenuhi kaidah-kaidah kurikulum yang ideal untuk pendidikan bangsa. Targetnya, menghasilkan generasi profesional religius berkarakter dalam rangka membangun peradaban bangsa”, kata Bashori. (Noni/LINES)

Kategori:Artikel Kegiatan

Panglima TNI Jenderal Moeldoko: “LDII Memiliki Nilai Strategis Membangun Karakter Bangsa”

Panglima TNI-DPP-1Menjelang Rapat Pimpinan Nasional DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) pada 13-16 Mei 2014, LDII mengadakan audiensi dengan Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Dalam kesempatan itu, LDII menawarkan konsep pelibatan ormas dalam sistem pertahanan nasional, sebagai bentuk pelaksanaan bela negara sesuai pasal 27 ayat 3 UUD 1945 bahwa “ setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara”.

Pertemuan antara pengurus DPP LDII dan Jenderal Moeldoko dilaksanakan pada Kamis (17/4) di Markas Besar TNI di Cilangkap, Jakarta Timur. Dalam kesempatan itu Panglima TNI menyatakan bahwa LDII memiliki peran dan nilai strategis dalam membangun karakter bangsa, “LDII telah membina generasi muda di segala bidang, baik agama, keterampilan, cinta tanah air, olahraga dan lain sebagainya,” ujar Jenderal Moeldoko.

Panglima TNI-DPP-2Jenderal Moeldoko mencontohkan bagaimana perguruan Shaolin mampu membangun karakter generasi muda di Cina sejak dini. Mereka didik sejak usia kanak-kanak hingga dewasa, untuk menjadi pendekar yang tangguh. “Inilah pembangunan karakter. Saya berharap LDII dapat membina generasi penerus bangsa sehingga mempunyai karakter yang kuat, dan profesional religius,” ujar Jenderal Moeldoko. Dalam pertemuan itu Panglima TNI didampingi Asisten Teritorial (Aster) Mayjen TNI Ngakan Gede Sugiartha Garjitha dan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya.

Panglima TNI-DPP-5Di samping beraudiensi, Ketua Umum DPP LDII Prtof Dr Ir KH Abdullah Syam, MSc menyerahkan surat undangan Rapimnas LDII 2014 kepada Jenderal Moeldoko. Abdullah Syam dalam paparannya mengungkapkan kegiatan LDII, selain dakwah, juga membangun karakter generasi muda sejak dini di berbagai bidang. “Setiap warga LDII dibina sejak usia dini. Untuk jenjang kanak-kanak disebut sebagai cabe rawit, muda-mudi, hingga usia dewasa. Untuk keluarga dibekali dengan pelatihan mengasuh anak, membina keluarga sakinah,” kata Abdullah Syam.

LDII meyakini bahwa Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 45, dan NKRI adalah harga mati, untuk itulah LDII menanamkan wawasan kebangsaan dalam berbagi seminar dan pengajian di lingkungan LDII. “Kami ingin mewujudkan generasi yang professional religious, berkarakter kuat, dan cinta tanah air,” ujar Ketua DPP LDII Ir H. Prasetyo Sunaryo, MT.

Menanggpi pemaparan LDII, Jenderal Moeldoko mengungkapkan pentingnya peranan LDII dalam membangun umat Islam agar tidak terpecah-pecah dan bisa saling bekerjasama, baik sesama ormas maupun dengan lembaga negara antara lain dengan TNI, agar terciptanya NKRI yang kuat.

“Saya menyayangkan ada pemahaman umat Islam yang keliru, orang Islam yang tinggal di Indonesia, atau orang Indonesia yang beragama Islam, yang hidup dalam keberagaman, baik suku, agama, dan kebudayaan, karena itu Islam mengajarkan agar kita bisa hidup berdampingan dengan sesama warga demi tercapainya Indonesia yang satu,” ujar Jenderal Moeldoko. Persoalannya, menurut Panglima TNI, ada beberapa elemen kelompok Islam yang memaksakan kepahaman mereka itu dan menebarkan bibit permusuhan ke umat beragama lain. Memecah belah kesatuan bangsa. Secara blak-blakan mengkafir-kafirkan orang lain dan lain sebagainya.

“LDII berdasarkan Alquran dan Alhadist berarti tidak ada yang menyimpang. Apalagi asas organisasinya UUD 1945 dan Pancasila, yang mengedepankan kesatuan dan persatuan bangsa dalam keberagaman. LDII harus selalu bisa menjaga pluralisme dan mau bekerjasama dengan umat beragama lain,” ujar Jenderal Moeldoko.

Jenderal Moeldoko meminta LDII membuat nota kesepahaman atau bekerjasama dengan TNI

membina karakter bangsa dam membangun karakter generasi muda yang kuat. Sehingga ada gerakan yang sama di bawah seperti di Korem, Kodim, dan Babinsa, bekerjasama dengan LDII melakukan dakwah bersama dengan sekaligus memasukkan materi membangun karakter bangsa. “Selain itu, banyak sektor lain yang bisa kita kerjasama. Penandatanganan nota kesepahaman bisa dilakukan pada saat Rapimnas LDII bulan Mei mendatang,” ujarnya.

DSC_4816Hadir dalam pertemuan Dewan Penasihat DPP LDII KH Abdul Syukur), KH. Abdullah Syam, H. Prasetyo Sunaryo, H. Chriswanto Santoso, H. Dody Taufiq Wijaya, H. Abu Bakar Sidiq, H. Hidayat Nahwi Rosul, H. Ashar Budiman, H. Rully Kuswahyudi, dan Eko Mugianto. (Eko/LINES)

Kategori:Artikel Kegiatan

Membangun Kembali Kejayaan Maritim Indonesia

Fgd mengenai sejarah kemaritiman Indonesia disampaikan oleh Prof .Dr. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum, Dr. Hendrik E. Niemeijer, Prof Dr. Susanto Zuhdi M.Hum, dan Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS

Fgd mengenai sejarah kemaritiman Indonesia disampaikan oleh Prof .Dr. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum, Dr. Hendrik E. Niemeijer, Prof Dr. Susanto Zuhdi M.Hum, dan Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS

Sejak dulu, Indonesia dikenal sebagai “Negara Maritim” berdasarkan struktur geografis yang sebagian besar wilayahnya adalah perairan. Namun, benarkah julukan yang telah melekat berpuluh-puluh tahun lamanya merupakan identitas Indonesia jika visi kemaritiman belum terlaksana sebagaimana mestinya?

Negara Indonesia dinilai tidak memiliki landasan konseptual dan legalitas yang jelas,” ujar Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro Prof Dr Singgih Tri Sulistiyono, salah satu narasumber pada Focus Group Discussion mengenai potensi maritim Indonesia di kantor DPP LDII, Senin (14/04). Singgih yang juga Ketua DPW LDII Jawa Tengah dan anggota Dewan Pakar LDII memaparkan pentingnya menggagas konsep pembangunan negara yang sesuai jati diri bangsa, terutama dalam bidang kelautan.

Ketua DPD LDII Jawa Tengah Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum mengatakan bahwa potensi maritim Indonesia bukan hanya berisi pelayaran dan perdagangan, tapi juga pertahanan dan keamanan.

Ketua DPD LDII Jawa Tengah Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum mengatakan bahwa potensi maritim Indonesia bukan hanya berisi pelayaran dan perdagangan, tapi juga pertahanan dan keamanan.

“Sebuah negara maritim harus memiliki pondasi yang jelas. Baik politik, ekonomi maupun kebudayaan. Belajar dari kerajaan Majapahit yang mensinergikan daratan dengan lautan dan Sriwijaya yang responsif dengan lingkungan geostrategis. Sehingga, Sriwijaya pernah diakui sebagai kerajaan bahari terbesar di Asia Tenggara dan Majapahit berkembang menjadi kerajaan dengan wilayah kekuasaan luas,” ujar Singgih.

Bukti sejarah tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memang pernah menjadi negara maritim yang jaya. Terlebih lagi dengan adanya fenomena diaspora maritim sejak sekitar 3 ribu SM berdasarkan karakter terbuka dari geografi Indonesia ‘mentakdirkan’ kepulauan Indonesia menjadi bagian inheren pelayaran dan jaringan perdagangan internasional, selain menimbulkan keanekaragaman bahasa dan suku bangsa. Bukti sejarah yang lain menunjukkan sejak abad kedua masehi, telah terjadi hubungan dagang antara Indonesia dan India yang merupakan negara adidaya saat itu setelah Cina.

Para peserta fgd kali ini berasal dari DPW LDII se-Jabodetabek. Mereka kritis mengenai sejarah kelautan Indonesia yang ditenggelamkan melalui pendidikan berbasis daratan.

Para peserta fgd kali ini berasal dari DPW LDII se-Jabodetabek. Mereka kritis mengenai sejarah kelautan Indonesia yang ditenggelamkan melalui pendidikan berbasis daratan.

 “Orang-orang di Jawa tidak mengkonsumsi komoditas rempah atau hasil hutan dalam skala besar, namun diekspor kembali ke negara-negara sebelah barat. Itulah yang membuat terjadinya semacam barter dimana orang lokal memperoleh tekstil dengan menjual rempah,” ungkap Singgih.

Senada dengan Singgih, Dr. Hendrik E. Niemeijer yang juga merupakan staf pengajar Undip mengemukakan, “Perkembangan bersama dalam pelayaran dan perdagangan di akhir abad pertengahan menunjukkan bahwa pedagang-pedagang dunia di abad 15 telah saling berhubungan. Dan pada periode 1450-1680 dikenal dengan ‘Age of Commerce’ menurut Anthony Reid,” ujar Niemeijer.

Setelah Islam mulai menyebar di kalangan pedagang-pedagang pribumi dan Malaka jatuh ke tangan Portugis, pertumbuhan ekonomi sepanjang pesisir utara Jawa justru tumbuh. Hal ini membuat kerajaan baru seperti Mataram ingin menguasai, begitu juga dengan Portugis. Dan pada abad 17, ketika Belanda datang dengan perusahaan dagangnya VOC, kota perdagangan yang lemah dapat dikuasai dan dimonopoli. Kebijakan monopoli VOC yaitu dalam menentukan harga jual produk lokal dan pelarangan menjual kepada Eropa lainnya.

Pedagang pribumi dipaksa menyesuaikan diri dengan situasi di mana Belanda mendominasi pelayaran dan perdagangan di kepulauan Indonesia. Sejak itulah, gaung Indonesia sebagai negara maritim terputus. Karena itulah, Singgih juga menegaskan bahwa tugas generasi sekarang dan yang akan datang untuk menyelesaikan ‘takdir sejarah’ sebagai negara maritim besar di masa mendatang sesuai jati diri bangsa Indonesia.

Pembangunan negara maritim pun tidak dapat dilakukan secara parsial. Harus memiliki pondasi jelas dalam bidang politik, ekonomi dan budaya. Di mana politik mencakup aspek ideologi, pertahanan dan keamanan, ekonomi mencakup aspek sistem ekonomi, produksi dan distribusi dan budaya mencakup aspek pendidikan, kelembagaan dan peran rakyat dalam membangun negara maritim. Untuk membangun negara maritim yang kuat pun, diperlukan visi atau cara pandang kelautan yang kuat dengan memandang wilayah daratan atau kepulauan sebagai bagian dari wilayah laut. Dengan demikian, akan mempengaruhi cara pendefinisian negara Indonesia sebagai negara maritim.

Indonesia dapat dikatakan negara maritim bila dengan kekuatan dan kemajuan teknologi maritimnya dapat memanfaatkan potensi laut yang dimiliki secara sinergis. Dengan pertumbuhan ekonomi di masa kini yang positif, bukan tidak mungkin Indonesia masuk dalam daftar sebagai negara maju.

“Namun, hingga saat ini, sumber daya kelautan masih dipandang ‘sebelah mata’. Kalaupun ada kegiatan yang memanfaatkan itu umumnya kurang profesional dan kurang mengindahkan aspek kelestarian sumber daya alam”, ungkap Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, yang merupakan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia.

Mantan Menteri Kelautan Dan Perikanan era Gus Dur serta Megawati, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS. mengatakan seluruh ekspor minyak melalui pelabuhan milik Singapura dan tidak sama sekali melalui pelabuhan milik Indonesia.

Mantan Menteri Kelautan Dan Perikanan era Gus Dur serta Megawati, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS. mengatakan seluruh ekspor minyak melalui pelabuhan milik Singapura dan tidak sama sekali melalui pelabuhan milik Indonesia.

Rokhmin memaparkan pembangunan wilayah pesisir dan lautan secara terpadu dan berbasis inovasi yang diharapkan dapat mengatasi kondisi, potensi dan permasalahan pembangunan kelautan Indonesia serta dinamika lingkungan global. Masih menurut Rokhmin, pembangunan sektor kelautan dan perikanan harus didahului pembenahan kebijakan dan implementasi manajemen untuk mencapai lima tujuan yaitu, peningkatan kesejahteraan nelayan, pembudidaya dan stakeholder lainnya, peningkatan daya saing dan kontribusi sektor laut, peningkatan kecerdasan dan kesehatan bangsa dengan mengonsumsi ikan, pemeliharaan daya dukung dan kualitas ekosistem laut, pesisir dan air tawar, dan menjadikan laut untuk memperkokoh kedaulatan dan kesatuan wilayah NKRI.

“Jika kita mampu melaksanakan pembangunan kelautan sebagai platform pembangunan ekonomi bangsa, InsyaAlloh, paling lambat tahun 2030 Indonesia menjadi negara maju, adil-makmur, bermartabat dan diridhoi Alloh SWT. Pada akhirnya, masa depan pembangunan Indonesia berbasis sumberdaya kelautan akan berpulang pada sejauh mana keputusan politik pemerintah dan rakyat Indonesia mendukung paradigma tersebut,” jelas Rokhmin. (Noni/LINES)

sumber: http://www.ldii.or.id/

Kategori:Artikel Kegiatan

Amal Sholih Ngecor Malam-Malam

20140413_202217_Richtone(HDR)Timika – Jadwal Padat Warga LDII di hari minggu, rupanya tidak membuat kendor semangat para Warga untuk beramal sholeh mengecor Akses Jalan Masuk Masjid Ainil Yaqin pada malam hari (13/04). Kesemangatan ini cukup beralasan, yaitu surga yang akan didapatkan besok di akhirat. Amal Sholih dimulai setelah sholat isya’ sampai jam 22.00 WIT.

Pagi dini hari, jam 06.00 WIT s/d 08.00 WIT main bola di Lanud Timika, di teruskan jam 09.30 WIT s/d 11.30 WIT DPD LDII menyelenggarakan pengajian Gabungan 2 PC, yaitu antara PC Timika dan PC Bhintuka. Dan ditambah lagi PC Kota Timika Siang hari setelah Sholat Dhuhur, mengadakan Ramah Tamah di Rumah Bapak Edi. Dengan jadwal yang sangat padat inilah, Amal Sholih kerja bakti yang biasanya dilakukan pada pagi hari, Oleh pengurus PC Kota Timika, di kondisikan pada malam hari.

20140413_204730Warga dibagi dalam beberapa tugas, ada yang menakar pasir cor, mengaduk adonan, mengangkat adonan, dan meratakan adonan. Semuanya dilakukan dengan kompak dan penuh suka cita. Untuk konsumsi, para Pemudi Masjid Ainil Yaqin membuatkan hidangan dinner mie instan ala cheff bu cipto.

DSCN0628Dana yang dibutuhkan untuk amal sholih ini sekitar Rp 1 juta. Dengan perincian 5 sak semen dan 1 dam pasir cor. Karena turun Hujan, Amal Sholih sempat terhenti selama 15 menit. Seusai hujan reda, dilanjutkan kembali sampai selesai. Seusai santap malam, Warga bersama-sama pulang kerumah masing-masing. (Izul F/ Papua)

Kategori:Artikel Kegiatan

Pengajian Keluarga Bahagia PC LDII Kota Timika

Sambutan Bapak EdiPC LDII Kota Timika setiap 3 bulan sekali mengadakan acara Pengajian Keluarga Bahagia. Tempat pengajian dilaksakan dirumah-rumah Warga secara bergiliran.

Timika – PC LDII Kota Timika menggelar pengajian bertajuk Keluarga Bahagia pada minggu (13/04), di rumah Ketua DPD LDII Kab Mimika H Edi W Soeryono SPd MPd. Pengajian berlansung selama 2 jam, yaitu 12.00 – 14.00 WIT.

Soeryono Mengawali sambutannya dengan ucapan syukur kepada Para Majlis Ta’lim. Menurut Soeryono, Lulus Magister dengan peringkat Terbaik Kab Mimika, adalah berkat do’a Para Warga LDII Kota Timika. Selanjutnya Soeryono meminta Ustadz Nur Kholis selaku Tokoh Agama LDII Kota Timika untuk memberikan nasehat.

“Apakah definisi keluarga bahagia?” tanya Nur Kholis. Salah satu peserta Jijim Yuana menjawab, bahwa keluarga bahagia adalah keluarga yang di dalamnya terdiri dari Suami Istri yang sholeh dan sholehah”. Lantas Nur Kholis menanyakan kembali Seperti apa istri yang solehah itu?, Istri yang Sholehah adalah Istri yang dapat menyenangkansuami, ketika dipandang, jawab salah satu peserta Rizza. ramah tamah pak edi (6)Menurut Nur Kholis definisi keluarga bahagia sangatlah luas, garis besarnya adalah antara suami istri memahami hak dan kewajibannya masing-masing. Seorang istri diramut secara lahir batin oleh suami, dan berkewajiban untuk thoat bil ma’ruf dengan setiap perintah suami. Seorang uami sebagai kapten bahtera rumah tangga, yang memantau setiap kegiatan dalam bahteranya. Nur Kholis memaparkan, Rasulullah SAW pernah menolak hadiah dari istri Ka’ab bin Malik – sebagaimana diriwayatkan Ibni Majjah – sampai Ka’ab menjelaskan hadiah tersebut sudah sepengetahuannya.

Nur Kholis menambahkan, rasa saling ridho adalah bukti apakah masing-masing suami atau istri itu telah mendatangkan hak dan kewajibannya. Untuk itu perlu dilaksanakan evaluasi secara berkesinambungan, sampai hal terkecil pun supaya selalu dikomunikasikan

Antri MakanSetelah Nur Kholis menutup Nasehatnya dengan berdo’a bersama, Para Warga di minta untuk menikmati makan siang. Menu Ikan Bakar dan Es Cincau Nutri Jell, menjadi puncak acara pengajian keluarga bahagia ini. (Izul Firdaus/ Papua)

Kategori:Artikel Kegiatan

Pemimpin

Calm_LeaderSeorang pemimpin di setiap elemen kehidupan merupakan sosok penentu, yang keberadaannya sangat penting. Ia adalah nahkoda yang mengendalikan kapal dan harus siap-siaga dalam setiap pelayaran,agar penumpang dan kapal selamat menuju daratan.

Rosulullah SAW bersabda :

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. Imam (kepala Negara) adalah pemimpin yang akan diminta pertanggung jawaban atas rakyatnya. Seorang suami dalam keluarganya adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban atas keluarganya. Seorang isteri adalah pemimpin di dalam urusan rumah tangga suaminya dan akan diminta pertanggung jawaban atas urusan rumah tangga tersebut. Seorang pembantu adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya dan akan diminta pertanggung jawaban atas urusan tanggung jawabnya tersebut” (HR Bukhori)

Siapapun dia dan apapun profesinya, pada hakikatnya ia adalah pemimpin. Pemimpin yang akan dimintai pertanggung jawaban kelak di akhirat. Dengan menyadari bahwa setiap individu pada dasarnya adalah pemimpin minimal pemimpin bagi dirinya sendiri, niscaya akan tumbuh rasa tanggung jawab atas apa yang diamanahkan kepadanya. Jika setiap orang telah faham dan sadar bahwa apa yang ada padanya hanyalah titipan dan amanah, maka tentu ia akan berhati-hati dalam mengelola dan menggunakannya.

Seorang pemimpin yang memiliki hati yang melayani adalah penuh tanggung jawab dan dapat diandalkan. Artinya seluruh perkataan, pikiran dan tindakannya dapat dipertanggung jawabkan kepada publik dan kepada Allah kelak di akhirat nanti.

Untuk mewujudkan kepemimpinan yang jujur, bertanggung jawab, dan amanah harus dimulai dari diri sendiri dan hal yang kecil-kecil. Misalnya masuk ke warung dan makan gorengan lima, ya harus ngaku lima dan bayar lima. Kalau dalam hal yang kecil saja berani korupsi, bagaimana kalau dapat proyek besar.

Nabi bersabda : “Tiada seorang hamba yang diberi amanah rakyat oleh Allah. Lalu ia tidak memeliharanya denga baik, melainkan Allah tidak akan merasakan padanya bau surga (tidak mendapatkan surga)”. (HR Bukhori)

“Seorang pemimpin yang dijadikan pengatur atas rakyatnya namun dia tidak bisa meramut dengan amanah dan nasehat maka sempit atasnya rahmat Allah yang menciptakan rahmat”. (Kanzil umal)

Secara jelas dapat dipahami bahwa tugas sebagai pemimpin itu berat dan beresiko apabila lalai dalam menjalankan amanah yang sudah dibebankan di pundaknya. Seorang pemimpin yang lebih mendahulukan kesejahteraan dan ketentraman serta kebahagiaan yang dipimpinnya adalah sosok pemimpin idaman.

“Sebaik-baik pemimpin kalian adalah mereka mencintai kalian dan kalian mencintai mereka, mereka mendo’akan kalian dan kalian mendo’akan mereka. Dan sejelek-jelek pemimpin kalian adalah mereka yang membenci kalian dan kalian membenci mereka, mereka melaknat kalian dan kalian melaknat mereka.” (HR Muslim)

seorang pemimpin mesti memperhatikan urusan umat dan bergaul bersama mereka dengan cara yang baik. Seorang pemimpin tidak hanya dituntut memiliki kecakapan dalam hal pemerintahan dan administasi. tetapi juga harus memiliki jiwa kepemimpinan yang menjadikan dirinya ditaati dan dicintai oleh rakyatnya.

 

Tanpa jiwa kepemimpinan. seseorang tidak mungkin bisa menjalankan roda pemerintahan dengan baik. Pemimpin yang kasar cenderung dibenci dan ditakuti oleh rakyatnya. Pemimpin yang tidak memiliki wibawa akan dilecehkan dan tidak dipandang oleh rakyatnya. Untuk itu jiwa kepemimpinan harus dimiliki siapa saja yang memikul amanah kepemimpinan. Sebab, kepemimpinan adalah amanah yang sangat berat dan membutuhkan kesiapan pikiran dan kejiwaan.

 

(MT Abdillahsyam’/LINES)

Kategori:Nasehat Agama

Menjalin Kerukunan Antar PC LDII Kab Mimika

DSCN0481

Lapangan Sasana Krida TNI Angkatan Udara

Warga LDII Kab Miimika, selalu aktif menambah kepahaman agama dengan banyak mengaji. Yaitu sepulang kerja dalam 3 kali se-minggu, menyempatkan mengaji selama 1,5 jam di Masjid Ainil Yaqin. Kegiatan Pengajian dihari libur kerja pun (hari minggu), sudah menjadi jadwal Rutin Pengajian Warga LDII di Kab Mimika. Jika dalam satu bulan ada 5 hari minggu, maka sesuai Rapat Organisasi DPD LDII Kab Mimika, supaya tetap diadakan kegiatan untuk menambah keakraban & kerukunan Warga LDII Kota Timika.

Kegiatannya beragam, seperti mengadakan Kerja Bakti membersihkan Kampung di SP 7, Pengajian Outbond diarea Freeport Mile 21 dan Kuala Kencana, Pengajian bertajuk Keluarga Bahagia, dsb. Pada bulan ini, tepatnya Hari Minggu ke-5 (30/3), Semua Warga LDII Se-Kab Mimika, Meliputi Kota Timika, Kota Tembagapura, SP 7 dan SP Bhintuka, berkumpul bersama-sama mengadakan Senam Barokah di Lapangan Sepak Bola TNI AU, tepatnya berada disebelah Bandar Udara Mozes Kilangin Timika.

??????????

Bapak H Edi W Soeryono SPd MPd, Ketua DPD LDII Kab Mimika

Lapangan Sepak Bola TNI AU Timika, merupakan Tempat Latihannya Warga LDII setiap minggu pagi. Sering kali Warga LDII Kota Timika, melakukan pertandingan persabatan dengan Anggota TNI di Lapangan tersebut. Dua hari sebelum Acara Keakrapan dimulai, Para Pemuda LDII Kota Timika yang longgar, bersama-sama membabat rumput, dan menimbun beberapa tempat didalam lapangan yang masih berlubang. Karena banyaknya timbunan tanah, masih ada sekitar satu kubik tanah yang baru sempat terselasaikan pagi sebelum kegiatan berlansung.

Mengawali Acara, Bapak H Suyoto selaku Wanhat DPD LDII Mimika memberikan Nashihat pembukaan. Menurut Suyoto, acara perkumpulan seperti ini dapat memupuk kerukunan dan kekompakan sesama Warga. Beliau berharap, Setiap peserta dapat berinteraksi dengan baik, dan saling menyaudara. Suyoto menambahkan, acara ini terfokus pada Lomba Senam Barokah dan Kompetisi Sepak Bola maka setiap warga diharapkan dapat semangat.

5. Wanhat LDII Kab Mimika

Bapak H Suyoto, Wanhat LDII Kab Mimika

Acara selanjutnya Bapak H Yopi Komara Selaku MC, dibantu beberapa Pemuda bersiap memimpin jalannya Lomba Senam Barokah. Senam Barokah merupakan senam kesehatan dan penyembuhan, yang dilakukan selama kurang lebih 30 menit, sebanyak 13 gerakan. Yopi menjelaskan, point penting menentukan sang Juara adalah kesemangatan dan benarnya gerakan senam. Selanjutnya Yopi meminta Tokoh LDII Kota Timika agar menjadi juri perlombaan. Untuk Bapak-bapak dijurikan oleh Bapak H Edi W Soeryono Selaku Ketua DPD LDII Kab Mimika. Untuk Ibu-ibu dijurikan oleh Bapak Alas selaku Ketua PC LDII Kota Timika. Dan Untuk Pemuda/i dijurikan oleh Bapak Yudi selaku Warga LDII Kota Tembagapura.

Para Warga sangat antusias melakukan gerakan demi gerakan senam. Seusai Senam, Yopi mengumumkan para pemenang lomba. Pemenang untuk Bapak-bapak adalah Bapak Nur Kholis, untuk Ibu-ibu adalah Ibu Hj Saha’, untuk Pemuda/i adalah Mas Sofyan. Acara Selanjutnya adalah Sarapan Pagi dan Kompetisi Sepak Bola Antar PC LDII se Kab Mimika. Untuk menambah keakrapan, sebelum sarapan MC membuat Acara Saling Kenal antar Warga Tembagapura dan Warga Timika. Dimulai oleh Bapak Untung dan Bapak H Edi, memperkenalkan satu persatu Warga LDII Kota Timika kepada Warga LDII Kota Tembagapura. Selanjutnya MC memperkenalkan Satu Persatu Warga LDII Kota Tembagapura kepada Warga LDII Kota Timika.

15. ibu ibu

Usai Senam, Ibu-Ibu Menjadi Suporter

Ada doorprize Kaos dan Topi, bagi Warga Timika yang dapat menghafal sekitar 15 nama Warga Tembagapura. Untuk Kaos dimenangkan Bapak Sukiman, dan Topi dimenangkan Mas Izul Firdaus. Tibalah saatnya Kompetisi Sepak Bola, Wargapun bersiap-siap mengambil posisi masing-masing. Warga dibagi menjadi tiga klub, yaitu Klub Timika 1, Klub Timika 2, dan Klub Tembagapura. Klub yang mengumpulkan Point terbanyaklah, yang akan keluar sebagai pemenang.

IMG_3380

Free Kick Mas Yudi Destian

Mengawali Kometisi, Klub Timika 1 berhadapan Klub Tembagapura. Pertandingan berakhir dengan skor 5-0 untuk kemenangan Klub Timika 1. Kompetisi berikutnya Antara Klub Timika 1 dan Klub Timika 2, berakhir dengan skor imbang 1-1. Sebagai hasil awal, Klub Timika 1 mengumpulkan 4 point, Klub Timika 2 mengumpulkan 1 point, dan klub tembagapura masih jauh tertinggal. Kompetisi terakhir antara klub Timika 2 dan Klub Tembagapura adalah penentu siapakah yang akan menjadi juara satu, dua, dan tiga. Jika Klub Timika 2 memenangkan pertandingan dengan skor lebih dari 5-0, maka juara 1 jatuh pada Klub Timika 2. Namun jika Klub Timika 2 menang dengan dengan skor dibawah 5-0, maka juara 1 tetap pada Klub Timika 1. Setelah Laga penentuan, Klub Tembagapura yang awalnya tidak dijagokan untuk menang, dapat mencuri 3 point mengalahkan Klub Timika 2 dengan skor 2-1. Tepat Pukul 11.00 WIT, Kompetisi Sepak Bola berakhir.

Sebelum Pulang, Bapak Ketua meminta Amal sholih pada semua Warga, untuk bersama-sama membersihkan lokasi lapangan. Yopi menutup acara dengan doa dan syukur kepada semua warga LDII se Kab Mimika. (Izul Firdaus/ Papua)

See More Photo Acara Kerukunan

Kategori:Artikel Kegiatan
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.